DCIM203MEDIA

SMA Muhammadiyah 1 Klaten — Indeks integritas dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2016 diminta untuk ditingkatkan. Ujian nasional (UN) dinilai harus mencerminkan kejujuran. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, tanpa kejujuran, UN menjadi tidak bermakna.

“UN menjadi bermakna jika mencerminkan proses kejujuran,” kata Anies saat membuka Rakor Persiapan UN 2016, di Jakarta, Senin (11/2). Rakor Persiapan UN dihadiri para pejabat Kemendikbud, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), serta pejabat pembuat komitmen (PPK), dan lainnya.

Mendikbud juga meminta semua pihak untuk memperbanyak sosialisasi tentang pentingnya integritas. Kesadaran itu juga harus disosialisasikan kepada orang tua peserta didik. Menurut dia, evaluasi penyelenggaraan UN merupakan salah satu ikhtiar meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Anies mengatakan, UN telah berlangsung bertahun-tahun dengan pengulangan masalah yang sama. “Sehingga harus diantisipasi sejak awal dengan memperkirakan potensi masalah yang akan timbul, sekaligus menentukan langkah-langkah solusinya,” jelas dia.

Sekretaris Balitbang Kemendikbud Dadang Sudiyarto mengatakan, rakor persiapan UN diselenggarakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya Rakor Persiapan UN berlangsung pada Januari, tiga bulan sebelum pelaksanaan UN pada April.

“Rakor ini diselenggarakan lebih awal untuk mengantisipasi potensi masalah yang mungkin terjadi,”ungkapnya. Selain itu, diharapkan khususnya untuk UN SMA, akan lebih banyak waktu untuk disampaikan ke perguruan tinggi negeri mengenai pemanfaatan hasil UN.

Rerata Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) 2015 mencapai 63,28. Kota Yogyakarta meraih nilai IIUN tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data laporan hasil UN dan IIUN per kabupaten/kota, Yogyakarta meraih 82,37. Urutan kedua ditempati oleh Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nilai 81,32 pada hasil IIUN.

Di posisi ketiga adalah Kota Magelang, Jawa Tengah. Sekolah-sekolah di wilayah ini mencapai nilai 81,26. Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendapat peringkat selanjutnya dengan nilai rata-rata 80,61. Diikuti oleh Kabupaten Puworejo, Jawa Tengah, dengan skor 80,33.

Selamat kepada seluruh siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Klaten, mari kita siapkan diri kita dengan memperkuat ibadah agar Allah selalu memberi kemudahan kepada kita semua. Karena hanya Allah satu-satunya tempat kita bergantung, tempat kita meminta dan tempat kita menyandarkan semua harapan. Sukses UN Jujur Harus