Mengapa Menjadi Sekolah Adiwiyata ?

Alhamdulillah sekolah kita, SMA Muhammadiyah 1 Klaten ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Klaten Tahun 2015. Penetapan berdasar Surat Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten Nomer 660.1/49/2015. Pada tanggal 7 April 2015.

Pertanyaannya mengapa harus menjadi sekolah Adiwiyata ? Pertanyaan seperti itu dapat saja muncul dari warga sekolah. Apakah agar sekolah kita menjadi lebih nyaman, atau agar sekolah kita menjadi lebih bagus, atau agar sekolah menjadi terkenal, atau agar sekolah kita menjadi lebih bersih.

Ya, semuanya bisa benar, namun untuk lebih memahami mengapa SMA Muhammadiyah 1 Klaten menjadi sekolah Adiwiyata, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu Adiwiyata.

Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Peduli lingkungan, itu yang menjadi focus program Adiwiyata. Kita semua mengetahui bahwa kerusakan lingkungan bumi kita sudah semakin massif dan mengancam kehidupan. Tingkat kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfir sebagai akibat pencemaran udara sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam keutuhan bumi. Pemanasan global, cuaca ekstrim, pencairan es di kutub, naiknya permukaan air laut, kerusakan terumbu karang, itu semua karena kadar emisi gas di atmosfir sudah melewati ambang batas aman, yaitu 350 ppm. Banjir, longsor, kemarau panjang dan hujan yang tidak menentu, semua juga akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menyelamatkan lingkungan yang sudah parah itu tidak dapat dilakukan oleh hanya satu-dua orang atau instansi, tapi oleh semua pihak. Kesadaran akan perlunya memelihara dan menyelamatkan lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada setiap orang dan yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Itulah perlunya sekolah kita menjadi sekolah Adiwiyata.

Apa itu ADIWIYATA ?

Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna, tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Tujuan Program Adiwiyata

Tujuan Program Adiwiyata, menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan utama sekolah adiwiyata diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar antara lain, kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu; partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam menejemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran, serta berkelanjutan. Dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Indikator dan Kreteria Program Adiwiyata

  1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.

Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain :

  1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
  2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
  3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan non kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
  4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
  5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
  1. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan.

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secarta terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervareasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari.

Pengembanmgan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain :

  1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
  2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
  4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.
  1. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

Kegiatan-kegiatan tersebur antara lain :

  1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah.
  2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
  3. Membangun kegiatan kemitraaan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
  1. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

 

Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi :

  1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
  2. Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
  3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK)
  4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
  5. Pengembangan system pengelolaan sampah.

Tujuan Adiwiyata SMA Muhammadiyah 1 Klaten

  1. Membangun kesadaran seluruh civitas academika SMA Muhammadiyah 1 Klaten tentang pentingnya pemeliharaan dan penyelamatan lingkingan hidup serta peduli terhadap lingkungan hidup.
  2. Mendorong seluruh civitas academika SMA Muhammadiyah 1 Klaten untuk berkampanye pentingnya pemeliharaan dan penyelamatan lingkungan hidup dalam berbagai kesempatan dan berbagai kondisi.
  3. Menjadi model pengelolaan sekolah berbasis lingkungan hidup.
  4. Meningkatkan pengelolaan sarana prasarana pendukung yang ramah lingkungan

                                                          Drs. Aris Munawar