Oleh : Drs. Aris Munawar

Dalam beberapa bulan terakhir, kita mendengar bencana kabut asap. Mendidik dan membangun masyarakat Indonesia yang tangguh melalui Sekolah Siaga Bencana atau Sekolah Aman merupakan sesuatu yang harus dan wajib kita lakukan bersama. Pendidikan dasar-dasar kebencanaan harus diberikan kepada rakyat Indonesia sejak dini, artinya pendidikan dini (SD/MI, SMP/MTs, SMU/MA) wajib dimasukkan ilmu kebencananaannya guna membentuk Sekolah Siaga Bencana.

Apa itu Sekolah Siaga Bencana?

Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.

Apa Tujuan Membangun Sekolah Siaga Bencana (SSB) ?

1. Membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana;

2. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah;

3. Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah

Alhamdulillah SMA Muhammadiyah 1 Klaten termasuk bagian dari 40 Sekolah Siaga Bencana yang ditunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klaten. Siswa-siswa di SMA Muhammadiyah 1 Klaten sudah mendapat pelatihan dari BPBD Kabupaten Klaten.

Bahkan dalam waktu dekat Bodil Rasmusson, B.Sc.,Ph.D dosen senior di Lund University Swedia yang pernah berkunjung selama 2 hari di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, akan berkunjung kembali di bulan November.

Ibu Bodil, demikian dirinya biasa disapa selama di Indobesia, akan berkunjung ke SMA Muhammadiyah 1 Klaten untuk bertemu siswa-siswi SMA Muhi Klaten. Selamat Datang Bodil Rasmusson.