Dalam kesempitan, tersembunyi kesempatan. Banyak contoh kasus orang yang tadinya terhimpit masalah, belakangan malah mendapat banyak berkah. Orang yang tadinya biasa-biasa saja bahkan bisa dikatakan kurang, malah menemukan banyak hal yang akhirnya membuat untuk terus melaju.
Masalahnya, banyak orang yang ragu, “Bener, setelah banyak kesulitan benar-benar akan muncul kemudahan ?”. itu khan hanya omongan orang saja. Ringkasnya banyak orang meragukan bahwa dibalik cobaan dan tantangan, akan menuai keberhasilan.
Pembeda orang yang sukses dengan yang benar-benar gagal pada kekuatan untuk terus melaju, terus berjuang, pantang menyerah. Orang kita bilang orang sukses itu modalnya jembar segarane, jembar jagade, jembar pandelengane. Luas hatinya atau pemaaf, luas dunianya atau luas pergaulannya, luas pandangannya atau mempunyai wawasan berfikir yang luas.
Ingat untuk sukses, jadikan diri kita sebagai orang yang jembar segarane, jembar jagade, jembar pandelengane. Al Qur’an sendiri memotivasi kita untuk menjadi orang yang hebat, Wakil Allah dimuka bumi. Pemenang kehidupan.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Fa inaa ma’al ‘usri yusra.., inna ma’al usri yusra..). Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(QS. Al Insyirah 94:5-8)