Kaum muslimin memadati halaman Masjid usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap hujan segera turun di Pekanbaru agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz/15

Bencana kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan mengganggu aktivitas rekan-rekan kita di beberapa wilayah di Indonesia, sebut saja Riau, Sumatera, dan Kalimantan.
Bahkan Satelit Tera dan Aqua menyebutkan ada 285 titik panas yang diindikasikan sebagai kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera (Tempo.co 28/09). Disisi lain Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat periode 29 Juni- 27 September 2015, korban terpapar dampak asap di Riau sebanyak 44.871 orang yang terdiri atas penderita ISPA sebanyak 37.396 orang, Pneumonia 656 orang, Asma 1.702 orang, Penyakit Mata 2.207 orang, dan Penyakit Kulit 2.911 orang. (antaranews.com 27/09). Belum lagi indeks ISPU di beberapa daerah yang terus menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat.
Sepanjang tahun 2015, pemerintah sudah menggelontorkan dana Rp500 miliar untuk menanggulangi bencana asap yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengungkapkan, dana tersebut bersumber dari dana bencana sepanjang 2015 yang totalnya Rp1,5 triliun.
“Dana yang sudah dikeluarkan untuk di beberapa daerah seperti Jambi, Palembang, dan Kalimantan, sebesar Rp500 miliar,” katanya di Jambi, Jumat (9/10/2015).
Sementara itu, kondisi di Jambi sendiri sampai saat ini masih diselimuti asap. Jarak pandang terbatas, sehingga para pengendara wajib menyalakan lampu untuk menghindari kecelakaan.
Mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Pekanbaru, Zakiman, mengungkapkan, upaya sekolah menghadapi bencana asap memang harus diatasi dengan cara luar biasa. Diperlukan semangat lebih, perhatian lebih, sinergi murid dan orangtua, dan upaya yang lebih besar. Bahkan, dinas pendidikan yang mewakili pemerintah mesti membuat regulasi permanen tentang kegiatan sekolah diwaktu bencana asap.