Buku dengan ketebalan 383 halaman ini dibagi dalam lima bagian. Bagian Satu: Sebelum Taliban, Bagian Dua: Lembah Kematian, Bagian Ketiga: Tiga Anak Perempuan, Tiga Peluru, Bagian Keempat: Antara Hidup dan Mati, dan Bagian Kelima: Kehidupan Kedua. Semuanya ada 24 Bab, ditutup dengan Epilog dari Malala. Malala menulis bukunya ini bersama dengan Chritina Lamb, seorang jurnalis kawakan yang sering menulis tentang Pakistan dan Afghanistan. Dari bukunya ini kita bisa mengenal lebih dekat dengan remaja perempuan yang sangat luar biasa perhatiannya terhadap pendidikan, terutama bagi anak-anak, baik perempuan, maupun laki-laki. Juga latar belakang jiwa sosialnya yang sangat tinggi dalam menolong sesama. Di usianya yang masih sangat belia, Malala telah mendirikan yayasan kemanusiannya yang dinamakan Malala Fund, untuk membantu anak-anak yang menderita karena diperlakukan tidak adil, dirampas hak-hak asasinya, korban peperangan, dan sebagainya. Bersama yayasannya itu Malala sudah banyak mengunjungi negara yang terdapat banyak anak-anak tidak bisa sekolah karena berbagai faktor.

Malala Yousafzai, lahir di Mingora, Distrik (Lembah) Swat, Pakistan, 12 Juli 1997. Ayahnya bernama Ziauddin Yousafzai, dan ibunya bernama Tor Pekai Yousafzai. Dengan dua adik laki-lakinya, Khushal dan Atal. Dari suku Pusthun. Sebagaimana mayoritas orang Pakistan, mereka penganut agama Islam Sunni.

Pada 12 Juli 2013, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang keenam belas, Malala berpidato di Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat. Inti pidatonya berbicara mengenai hak-hak (anak) perempuan untuk bersekolah, perlawanan terhadap terorisme dan kebodohan. Salah satu kalimatnya yang terkenal adalah, dengan “satu anak, satu guru, satu buku, satu pena, bisa mengubah dunia.” Selesai pidato semua orang, termasuk Sekretaris Jenderan PBB, Ban Ki-moon melakukan standing ovation untuk Malala. PBB menetapkan tanggal 12 Juli sebagai “Hari Malala,” untuk memperingati hari hak-hak perempuan memperoleh pendidikan yang sama dengan siapa pun.
Selamat membaca, buku yang layak dibaca karena inspiratif.Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Mizan (2014).