“Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi ‘liar’ di luar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja,”
Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy

Apa Itu full day school ?
Full day school berasal dari bahasa Inggris, full artinya penuh, sedangkan day artinya hari.[1] Jadi full day school berarti suatu proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah seharian penuh. Sedangkan sistem full day school yang dimaksud adalah model lembaga pendidikan yang memproses input (siswa) melalui proses pembelajaran yang maksimal baik kurikulum, strategi pembelajaran dengan model PAKEM, CTL yang didukung saran prasarana serta sumber daya manusia dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi Madrasah dalam mencapai output (hasil) pendidikan yang maksimal dengan sistem pendidikan dan pengajarannya dilakukan lebih lama dibandingkan sekolah formal lainnya.
Sistem pembelajaran full day school merupakan salah satu inovasi baru dalam sistem pembelajaran dalam mengembangakan kreativitas yang mencakup integrasi dari kondisi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Format bermain diterapkan dalam sistem pembelajaran full day school dengan tujuan agar proses belajar mengajar dilakukan dengan penuh kegembiraan, sehingga guru menggunakan pembelajaran dengan model PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) dan CTL.
Adapun proses pembelajaran sistem full day school antara lain:
a. Proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, transformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dan pola full day school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal, sisi kreatif yakni sistem pembelajaran dengan sistem full day school terletak pada optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana sekaligus sistem untuk mewujudkan proses pembelajaran yang kondusuf bagi pengembangan segenap potensi siswa. Adapun sisi trasformatif proses pembelajaran sistem full day school adalah proses pembelajaran itu diabdikan untuk mengembangkan seluruh potensi kepribadiaan siswa dengan lebih seimbang.
b. Proses pembelajaran selama seharian penuh untuk melaksankan proses pembelajaran yang berlangsung aktif tidak dimaksudkan siswa belajar mengkaji, menelaah dan berbagai aktifitas lainnya tanpa mengenal istirahat, jika demikian yang terjadi maka proses tersebut bukanlah proses edukasi. Mereka membutuhkan relaksasi, santai dan lepas dari rutinitas yang membosankan, maka yang dimaksud adalah selama seharian penuh siswa melakukan aktivitas yang bermakna edukatif.[2]

Apa Tujuan sistem full day school ?
Adapun tujuan dilaksanakan sekolah dengan sistem full day school di sejumlah lembaga pendidikan antara lain:
1. Sekolah yang hanya menggunakan half day school (sekolah setengah hari) tidak mampu menjamin kualitas lulusannya, sedikitnya waktu belajar di sekolah menjadi penyebabnya. Sekolah juga tidak mampu mengontrol aktivitas murid-muridnya setelah selesai waktu belajar, selain itu tidak membekali lulusannya dengan kecakapan individu karena misinya yang utama adalah optimalisasi IQ anak dengan ukuran ujian akhir.
2. Masyarakat di perkotaan semakin disibukkan oleh tuntutan biaya hidup, maka para orang tua menjadi tidak sempat untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya, akibatnya banyak terjadi tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak, malas belajar, kecanduan game dan kasus-kasus lainnya. Keberadaan full day school sangat membantu dalam megatasi problemproblem tersebut.
3. Aktivitas anak yang kurang produktif diarahkan menjadi lebih produktif dengan menambah jam belajarnya lebih lama dari pada sekolah konvesional. Anak-anak dididik, diatur dan difasilitasi oleh sekolah, sebagai contoh sekolah yang berlabel Islam dengan model full day schoolmenanamkan nilai-nilai ritual keagamaan dengan salat jama’ah setiap harinya, dengan adanya pembiasaan (reiforcement) akan timbul kesadaran untuk salat berjamaah tanpa di perintah, selain itu banyak pula kegiatan prospektif seperti pembelajaran bahasa asing dan aplikasi computer.[3]

Dengan diadakan sistem full day school dapat memanfaatkan waktu dengan sebaiknya, maka dapat memacu siswa untuk lebih giat belajar dan prestasi siswa akan meningkat sekaligus dapat menanamkan nilai-nilai positif bagi mereka.

________________________________________
[1] Pilus. A.P.M Dahlan Barry, Kamus Ilmiyah popular, (Surabaya: Arkola, 1995), hlm.154
[2] Nor Hasan, Full day School (Model Alternatif Pembelajaran bahasa Asing). (Jurnal pendidikan. Tadris. Vol 1. No 1, 2006 ), hlm. 110-111
[3] Nanang Syafi’udin. Menanamkan Nilai-Nilai spiritual Sejak Dini. (Jawa Pos dalam Prokon Aktivis, Sabtu 17 Maret 2007), hlm.4