Tidak terasa tahun berganti tahun. Tahun 2014 sudah berlalu, berganti tahun 2015. Tahun 2015 yang sudah kita jalani dengan berbagai suka dukanya juga akan segera berlalu. Waktunya bagi kita untuk mengevaluasi banyak hal yang sudah kita lalukan di tahun 2015 ini. Mari kita mulai melihat kemampuan diri kita sendiri.
Ada banyak harapan-harapan kita yang belum terlaksana, mungkin letak kesalahan pada diri kita juga. Kita sering menunda-nunda yang mestinya bisa kita kerjakan. Banyak orang kerap merasa malas dalam melakukan suatu hal. Berbagai alas an-alasan dikemukakan. “Ah, ini pekerjaan mudah nanti sajalah, toh masih ada waktu”. Padahal ketika melakukan itu tidak terasa pekerjaan akan jadi menumpuk. Barulah kita sadar ketika waktu mepet.
Untuk itu, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan menunda-nunda adalah memprioritaskan pekerjaan. Bagaimana caranya? Grant Cardone, mengatakan satu hal utama yang harus dicamkan baik-baik adalah bahwa kita HARUS MAMPU MENGENDALIKAN WAKTU. Berikut beberapa hal yang disarankan oleh Cardone, yang disarikan dari bukunya The 10X Rule: The Only Difference Between Success and Failure (John Wiley & Sons, 2011).

• Tentukan hal spesifik yang harus dikerjakan lebih dahulu
Pilihlah pekerjaan yang memang punya aspek dan dampak paling besar bagi kita. Misalnya, ada orang yang suka menyelesaikan pekerjaan lebih berat dulu, atau sebaliknya, yang ringan-ringan dulu. Saat berhasil menyelesaikan tugas itu, semangat yang muncul biasanya akan menular untuk bisa segera menyelesaikan pekerjaan yang lainnya. Kondisi inilah yang harus bisa dimunculkan saat menentukan apa hal penting yang harus kita kerjakan terlebih dahulu.

• Buatlah lingkungan agar mendukung prioritas kerja yang telah kita tentukan
Satu hal yang juga harus dilakukan adalah meminta lingkungan sekitar agar mendukung apa yang telah kita prioritaskan. Buatlah jadwal atau pengkondisian terhadap apa yang akan dilakukan agar diketahui oleh lingkungan terdekat, mulai dari keluarga hingga rekan kerja. Jangan sampai, apa yang sudah diputuskan untuk dilakukan, “terganggu” oleh jadwal mendadak yang sering kali menyita waktu kita. Jika perlu, sedari awal libatkan orang-orang di sekitar untuk “mengkritisi dan memberi masukan” terhadap rencana-rencana prioritas kerja kita. Sehingga, secara tidak langsung, komitmen untuk tidak mengganggu jadwal kerja akan bisa disepakati sejak dini.
Al-Qur’an sendiri memotivasi kita untuk selalu maju, selalu berkembang, tidak mudah menyerah.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah.’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al-Baqarah: 214)

Dari berbagai sumber